Subscribe:

Labels

Kamis, 02 Februari 2012

Geguritan Urip


Padhang Njingglang katon kasarasan
Panase Srengenge ugo ngancani
Katon ing tengahe mega angkasa
Bagaskara ngetog ing nduwure bumi

Wektu iku uwong pada mbanting tulang
Nguripake sarira kang kasunyatan ringkih
Butuh sego, lawuh, lan banyu
Dienggo nggolek penage awak ning urip

Nanging, iku kabeh dipasrahke marang Gusti
Bagaskara ing mega kang dadi pacoban
Ora kena dipikir kanggo entuk mulyane urip
Lan dienggo ngentukke tegese rekaos ing dhonya

Nadyan ora iso dilalekke
Rasa Syukur kangge Gusti Kang Maha Kuasa
Sing maringi panggesangan saben dinten
Kang luih saka samudra
                                     

Menyusuri Wisata Pernak-Pernik di Yogayakarta

Liburan kemarin, tepatnya hari minggu yang tanggalnya aku lupa. Aku dan keluargaku mempunyai rencana pergi berlibur, tepatnya ke Yogyakarta. Hari itu aku bangun kesiangan, aku tidak mengetahui rencana liburan itu. Sehingga, aku pun seperti merasa tidak berdosa bangun kesiangan dan menunda keberangkatan, tapi, setelah ku tahu bahwa aku diajak ke Yogyakarta, aku pun bergegas ke kamar mandi  dengan muka setengah sadar ditemani mataku yang masih berusaha menaikkan tegangannya agar 100% terbuka untuk membersihkan badan.
Akhirnya, sekitar pukul 09.00 aku pun sudah ready untuk berangkat. Aku berlibur bersama keuargaku dan keluarga Pakdheku. Keberangkatanku itu terjadi cukup cepat, seperti agen yang menjemput client, setelah mobil pakdheku nampak didepan rumah, tanpa sepatah kata terucap di bibir, kaki langsung bergerak melangkah ke singgasana keberangkatan agar sampai lebih cepat. Karena pakdheku orang yang to the point, sekejab mobil yang kunaiki menjadi sensasi offroad yang tak kenal jalan mulus karena melewati jalur alternatif. Melewati desa-desa, jalan naik-turun dan tentunya jalan tidak rata. Akantetapi itu menjadi sensasi tersendiri, karena hanya dengan 1 jam lebih 30 menit, kami sekeluarga sudah memasuki  Yogyakarta. Keberangkatan yang pukul 09.00 itu melupakan  kami semua akan sarapan. Jadi, kami mampir di rumah makan yang saya lupa namanya. Kami memesan ayam mutilasi yang dikeluarkan  darahnya untuk selanjunya diletakan di suhu tinggi,atau biasa disebut Ayam Goreng. Tempat kami makan pun cukup nyaman, dengan diiringi instrument dapur yang berbunyi “sreek… sreek…” ataupun “cess…cess…” kami sekeluarga menikmati saat-saat sarapan itu.
Sekitar 1 jam sebelum tengah hari atau tepatnya pukul 11.00, aku dan keluargaku telah selesai menyelesaikan misi sarapan. Akhirnya kami melanjutkan misi utama kami, yaitu Malioboro, yang berasal dari bahsa sansekerta yang artinya karangan bunga. Perjalanan cukup memakan waktu, karena banyaknya mobil yang ada di jalan membuat macet. Jadi, sekitar pukul 12.30 kami baru sampai di Malioboro. Akhirnya setelah sampai, mobil langsung diparkirkan dan seluruh penghuni mobil itu keluar untuk menikmati ramainya Jalan Karangan Bunga itu. Penjual cinderamata dan barang apapun seperti berkumpul menjadi satu. Mata dimanjakan dengan indahnya beragam yang dijual oleh penjual disana.
 Aku dan seluruh keluargaku menyusuri jalan Malioboro, pertama kami berhenti di penjual aksesoris. Aksesoris disana sangat beragam, ada kalung, gelang maupun sandal. Akhirnya perjuangan tawar menawar pun dimulai. Saat menawar itu, keluargaku menawar dengan harga 50% dari harga asli. Namun, karena sepertinya penjual merasa rugi, barang puntetap dipertahankan. Tawaran pun di naikkan, sekitar 70% dari harga yang diminta penjual tadi. Tetapi, penjual pun tetap tidak mau, ia hanya berani menurunkan harga 20%. Akhirnya kami semua tidak jadi beli .

Penyusuran pun dimulai kembali, aku dan keluargaku berjalan dan terus berjalan. Menyusuri jalan karangan bunga di jantung kota Jogja itu. Akhirnya pandangan mata kakak sepupuku tertuju pada satu kalung yang dijual salah satu penjual disana. Penawaran terjadi lagi, jika diingat, dialognya kalau tidak salah seperti ini.
“Pak, ini kalungnya berapa?”, tanya kakak sepupuku.
“Kalau yang besar ini 40 ribu.”, jawab sang penjual.
Ga bisa kurang Pak? Lima belas ribu?”, tanya kakak sepupuku kembali sambil menawar.
“Waduh, ga bisa dik. Tiga puluh ribu berani.”, jawab penjual.
“Lima belas ribu.”, tawar kembali kakak sepupuku.
“Dua puluh lima kalau gitu.”, sahut penjual.
“Ya udah Pak, ga jadi”, jawab kakak sepupuku sambil melangkahkan kakinya pergi.
Tapi tiba-tiba terdengar lagi suara.
“Dik dik! Lima belas ribu ga pa pa.”, teriak penjual saat kakak sepupuku berbalik.
Akhirnya, kakak sepupuku memenangkan pertarungan sengit ini. Dengan berhasil menurunkan harga 62.5%. Sungguh sangat mengesankan bagiku.
Perjalanan pun dimulai kembali, kami berjalan dan terus berjalan. Tetapi, entah kenapa setiap ada Mall pada suatu kota. Pasti ingin dikunjungi. Jadi, aku dan keluargaku memasuki Mall itu. Saat aku melihat orang yang ada di dalam Mal itu aku berpikir. Orang yang membeli barang di Mall berani membeli banyak barang. Padahal kalau di luar tadi kalau tidak cocok dengan tawarannya tidak jadi beli, kenapa bisa begitu? Itulah misteri perbelanjaan.
Setelah keluar dari Mall, kami semua sudah membawa barang yang diinginkan. Kecuali aku, karena aku tidak ada niat membeli apapun. Akhirnya, kami kembali ke mobil untuk pulang. Tapi, aku saat perjalan melihat seseorang, berbaju nyentrik dengan membawa tas. Dan disebut pakdheku, Senthot. Apakah kau tau Senthot? Orang yang biasa di Lampu Lalu Lintas yang ada di kota-kota. Itulah yang membuat perjalanan pulang berbeda.
Setelah 2 jam berlalu, aku telah sampai di Wonogiri. Dengan wajah sangat senang, akupun memasuki rumahku dan cerita ini pun selesai.

Minggu, 03 April 2011

Outbond Akselerasi 2010

Outbond Akselerasi 2010
Pagi hari Selasa, 27 Desember 2010. Bersiap dari rumah masing-masing menuju sekolah. Kami, siswa akselerasi Spenza angkatan 6 dan 7, bersama juga dengan 3 anggota OSIS Spenza (mba Ningtyas, mba Putik, dan mas Isnan), dan guru-guru berkumpul bersama di bangsal SMP N 1 WONOGIRI. Kami semua akan mengikuti kegiatan outbond akselerasi pada tanggal 27 Desember 2010 sampai 28 Desember 2010.
Kami meninggalkan sekolah kami tercinta pada pukul sekitar 07.30 WIB. Perjalanan dilaksanakan dengan dua minibus, dan tiga mobil (seingatku). Perjalan darat. Kami dibagi menjadi lima kelompok.
Tujuan pertama kami adalah Candi Gedong Songo yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Menuju area Candi Gedong Songo tidaklah mudah. Kita harus melewati jalan yang kemiringannya hampir 45°, udah gitu jauh lagi. Candi Gedong Songo, berarti ada Sembilan candi di satu kompleks candi itu. Songo adalah bahasa Jawa, yang artinya Sembilan. Rencananya, kami akan terus melanjutkan perjalanan ke candi yang lain. Namun, cuaca menghalangi kami, uhhh,,,, malah hujan, terpaksa kami menghentikan perjalanan dan memutuskan untuk kembali.
Tujuan kami yang kedua adalah menuju tempat istirahat. Yeah, “ Hotel, I’m coming”. Setelah seharian kelelahan kami langsung menuju hotel Friedha, hotelnya enak, hehe ternyata enak juga ya,,,. Malemnya kami semua ikut pensi. Hohohoho, pensi banyak yang aneh, tapi ada juga yang keren. Pemenang dari pensi ini adalah regu Jempol. Selain pensi, kami juga melaksanakan kegiatan kuis “ Siapa yang Harus Ditinggal?”. Permainan ini seru banget. Yang bikin rada kaget sih, malem itu ada “ Surprise Party” untuk mba Nawang, huhuhu.
Pagi hari 28 Desember 2010 sudah datang. Kami semua bersiap menuju tempat outbond kita di Umbul Sidomukti. Whhuy,, ternyata tidak terlalu jauh dari hotel.
Sampai disana kami semua berkenalan dengan kakak-kakak dari RA’ GENTAR.mereka memandu dan menemani kami saat kegiatan outbond. Kegiatan outbond kali ini temanya river up tracking.
Awalnya aku pribadi mengira kegiatan ini tidak menakutkan sama sekali, tapi,,,,,,. Huhuhuhuhuhu, tracking ini nyeremin banget. Pertama kami harus turun dari start (dekat kolam renang), terus turunnya itu tidak gampang sama sekali,n kami harus melewati tanah becek, miring, dan jurangnya tajam. Huh,, gimana gag becek coba?? Semalam sebelum kami melaksanakan kegiatan outbond, hujan turun deres banget.
Lanjut ke cerita, dalam perjalanan ada satu kejadian yang tidak kami inginkan kakak kelasku (mas Kharismawan / mas Aris) sempat jatuh terpeleset. Untung saja ada yang bantu. Sampai di sungai, kami semua melewatinya menuju air terjun. Sungainya ngeri batu-batuannya licin, aliran airnya juga deras, hwaaa,,,,, sepatuku sampai tersangkut diantara bebatuan-bebatuan itu. Di air terjun kami harus melewatinya dengan tangga, dan bantuan seutas tali, beuh,, hidung, telinga, bahkan mulutku sampai kemasukan air. Di perjalanan kami beristirahat sebentar, untuk makan dan minum. Kami semua melanjutkan perjalanan ke finish, tak lain dan tak bukan finishnya ada di atas lagi. Fyuh,,,, setelah kami lama berjalan akhirnya sampai juga di finish.
Sampai di finish kami makan-makan dulu, maklum laper. Selain itu kami juga dikasih minuman (hangat dan dingin). Sebagian dari kami bermain flying fox, ada juga yang berenang.
Sekitar pukul 14.00 WIB, kami semua kembali ke Wonogiri. Diperjalanan tentunya kami menyempatkan diri untuk membeli buah tangan bagi keluarga kami tersayang. Ada yang membeli kelengkeng, avokad, dan masih banyak lah.
Perjalanan pulang yang lama, sekitar empat jam. Karena saking capeknya kami semua di bus tidur, kecuali pak sopir. Meskipun dalam kondisi hening, tapi ternyata tetap saja ada yang jahil. Biasa lah hehe.
Kami sampai di wonogiri sekitar pukul 18.30 WIB. Capek sih, tapi acara ini serru banget. Dan lagian, acara ini sebenarnya diadakan agar keakraban antara aksel satu dan aksel dua semakin terjalin,,(padahal memang sudah akrab). Ada satu lagi yang bikin aku suka dengan kegiatan ini. Kegiatan ini mengajarkan kita untuk; jika sudah mengambil keputusan kita harus bertanggung jawab; segala sesuatu itu harus di terima apa adanya juga dengan keikhlasan; dan juga dengan kebersamaan dan kekompakan kita pasti bisa!!! Hwa ini akan menjadi pengalaman berharga bagiku.


Tunggu cerita lain ya,,,,
Jangan lupa di follow, oke

Copy Right from 
www.indahpertiwi87.blogspot.com

Sabtu, 02 April 2011

Bondan Prakoso & Fade2Black "Waktu"


Yeah.. speakin� about the time.. ough..

Yo.. Ini sepotong kisah, tentang perjalanan..
seorang insan, menapaki jejak kehidupan.
Dia lahir ke dunia , dari keluarga..
tidak miskin, kurang kaya, yo tapi sederhana.
Ayah berdagang, ibu mengasuh dia di rumah..
sejak kecil belajar susah, hanya bersikap pasrah.
Sempat sesaat, mengenal A. S. I. dari ibu.
Syukuri rahmat, dapat singkat nikmat ilmu.

Bridge:
Dia takkan gentar, meski guntur menggelegar.
Alar melintang, tak mampu untuk buat pudar.
Hanya syukuri anugerah, akan nasib dan takdir.
Dia takkan menyerah, terus berjuang hingga akhir.

Tapakilah jejak diri, wujudkanlah mimpi..
dan yakinlah kan kau raih.. yeiyeah..

Lakukanlah dari hati, beri yg terbaik..
pasti kan kau raih..

Dan kini, dia injak usia labil.
Dia tinggalkan satu masa kala ia kecil.
Skill! get real, he can make it.. berhasil!!
Sekian dari banyak mimpi dalam hati kecil.
Kecil sebenarnya.. berarti besar.
Ia terlempar dalam panggung hidup yang kasar.
Sabar ya kawan, ini tentang edukasi..
yang tak terdapat dari sekolah, atau pun skripsi.

Back to Bridge

Tapakilah jejak diri, wujudkanlah mimpi..
dan yakinlah kan kau raih (Berpasrah pada waktu).. Woo�oo..

Lakukanlah dari hati, beri yg terbaik.. pasti kan kau raih..
(Semua cita dan mimpimu)

Hanya waktu yang dapat menjawab.. mampukah dia merubah..

Saat semua, mimpinya tercipta.
Saat dimana jalannya, lebar terbuka.
Beban berat tertancap dipundak.
Semua hanya jadi sejarah, yang terlewat.
Dia merdeka, nyata dan bahagia.
Dia tertawa di akhir, semua usaha.
Dan percaya, jalan tak slalu berliku.
Dan mengerti, celah untuk berpacu.

Tapakilah jejak diri, wujudkanlah mimpi..
dan yakinlah kan kau raih.. yeiyeah..

Lakukanlah dari hati, beri yg terbaik..
pasti kan kau raih..

Tapakilah jejak diri, wujudkanlah mimpi..
dan yakinlah kan kau raih.. yeiyeah..

T.. t.. time after time.. after time.. 4x

Lakukanlah dari hati, beri yg terbaik.. pasti kan kau raih..

T.. t.. time after time.. time after time.. 3x..
t.. t.. time after time hommie..

Kamis, 17 Maret 2011

Apa Cinta Itu?

Dinginnya jarum- jarum kecil dari langit mengawali pagi ini ,hempasan angin membawa jarum kecil merasuk kulitku .Pagi yang dingin pun dimulai . Beranjak dari tempat tidur, ku bangun menuju hari indah menanti . Saat itu ku awali hariku dengan menggapai sebagian impi. Aku mencoba meraih titian masa depan dengan hati, pikiran , dan perbuatan suci.” Menggapai ilmu dengan tulus tuk bekal masa depan”, sebuah kata , komitmen dan janji yang kutancapkan kala itu . Meski berat bila dipikir , namun kan terasa indah bila dinikmati , atau bisa dikata “All beautiful if you can enjoy that “. Sebuah kata semangat dari hati .Setelah janji tertancap , perbuatan ku mulai . Ku berlari dan terus berlari ,menggapai mimpi untuk Tuhan, Orang tua , Aku , dan Ibu Pertiwi.
Detik demi detik terlewati .Perjuangan berat ku lalui sekarang ini, disini, dan kala ini. Kubuka buku pertamaku . Ku belajar dengan buku itu. “Cinta”kata pertama yang kudapat dari buku pertamaku .Baca terus kubaca untuk mencari apa itu “Cinta”,cari dan terus kucari . Apa arti cinta ,namun tiada hasil kutemukan . Bingung aku kala itu .Belajarku dengan membaca , tiada hasil terdapati. Diam sejenak aku berfikir , namun tetap tiada hasil. Ku coba keluar dari tempat ku belajar . Ku berjalan di jalan sempit , dan aku melihat seorang ibu-ibu tua . Meski terlihat sengsara . Akan tetapi, ibu –ibu tua itu rela menolong seorang anak yang menangis kelaparan ,walau ibu itu sendiri lapar. Tertegun hatiku saat kulihat kejadian itu , dalam hatiku kecilku bertanya “Apakah itu cinta?”.Kembali kutelusuri jalan kecil itu .Kembali pula ku melihat sebuah peristiwa , peristiwa yang seakan membuat jantung ini berhenti sejenak. Kulihat seorang lelaki,lelaki yang rela mengais –ngais beras sisa ,yang kotor , kumuh ,tak enak,berdebu. Hanya demi menghidupi ibunya. Agar ibunya bisa makan , walau hanya sesuap nasi. Akan tetapi , semua itu tak sebanding dengan perbuatan lelaki itu, ia mengais-ngais beras dengan cemooh orang, hinaan orang , bahkan ludah orang lain.
“Subhanallah… sungguh tak sepadan semua yang ia dapat”.Pikirku dalam hati . Akhirnya kulalui kembali jalan itu ,namun jalan itu telah habis. Kembali ku pulang , ke tempatku , sembari diperjalanan aku menemukan jawaban dari Tanya hatiku ini.
Yaitu Cinta … cinta adalah kasih sayang kita terhadap seseorang atau sesuatu yang didasari tulus ikhlas , berasal dari hati dan nurani. Cinta yang sebenarnya bukanlah sebuah kata, namun sebuah perasaan yang membuat kita melakukan yang terbaik demi senyum orang yang kita cintai. Cinta tak dapat dibaca tak dapat dicari , karena cinta itu tumbuh dihati.